Bersama Menuju Cakrawala
Malam itu, 29 Agustus 2013, pukul 19:00
WIB, saya sibuk mengirim SMS kepada beberapa orang teman. “Punya sepatu pantofel?”, demikian saya ketik dalam pesan singkat
yang kemudian saya kirim ke beberapa orang teman. Bagaimana tidak bingung? Esok
pagi, 30 Agustus waktunya upacara yudisium, dan para peserta diwajibkan
berpenampilan rapi. Merasa tidak ada yang pas dengan ukuran, akhirnya dengan
terpaksa harus “meminjam” di matos, hahahaha.
Akhirnya, saat yang kami
tunggu-tunggu pun tiba, saat ketika kami dikukuhkan sebagai sarjana Biologi
yang telah sah lulus dari masa studi kami selama empat tahun lebih sedikit. Tak
ada wajah susah di antara kami saat itu, yang ada hanya wajah sumringah, menyambut saat yang kami
nantikan setelah menyelesaikan tugas akhir. Bagaimana tidak senang?, sebentar
lagi status kami akan berubah, dari mahasiswa menjadi sarjana.
Satu demi satu dari kami memasuki
gedung aula FMIPA, tempat upacara yudisium akan dilaksanakan pagi itu. Lagu
Indonesia Raya menggema di ruangan aula, saat para peserta upacara menyanyikan
lagu tersebut bersamaan. Ah, rasanya, begitu menyenangkan meski sedikit pengap
di ruangan saat itu. Beberapa dari kami mendapat
predikat lulus dengan IPK terbaik. Ada yang lulus dengan pujian, ada pula lulus
dengan sangat memuaskan. Ah, cuek saja
bagi saya yang tidak mendapat pujian, toh nanti bisa saling memberi pujian satu
sama lain, hahaha. Begitulah, karena IPK kami “berwarna-warni” saat itu :D
Satu demi satu pesan dan arahan
diberikan oleh para dosen senior. Karena mungkin terlalu banyak, saya sendiri
lupa yang mana yang harus saya tulis.
Intinya, sarjana adalah orang pandai. Bukan hanya itu saja, kami juga diberi
arahan tentang kedisiplinan, yang sangat dibutuhkan saat memasuki dunia kerja
nantinya. Pokoknya banyak nasihat yang diberikan oleh para dosen senior kami
saat itu.
![]() |
| Foto keluarga dulu setelah upacara yudisium. |
Nah, ini dia acara yang ditunggu-tunggu.
Acara foto bersama :D Semuanya ada, mulai dari foto formal, semi formal, hingga
gak formal sama sekali. Ya beginilah,
mungkin luapan kesenangan yang sudah lama terbendung dengan skripsi yang tak
kunjung usai. Mungkin wajah kami memang nampak senang dan sumringah saat itu, tapi sebenarnya mungkin bagi kami ini awal dari
segalanya.
“Kemana
setelah ini?”, tentunya bukan “pulang
ke kos” jawabannya. Banyak pilihan setelah kami lulus dari studi kami.
Bekerja atau melanjutkan studi? Mungkin itu yang paling mainstream
di antara kami. Tentunya menganggur bukan pilihan :D Beberapa diantara kami
sudah ada yang pasti, dan mantap dengan pilihannya setelah ini, tapi tak
sedikit juga yang masih bingung akan kemana setelah ini. Kalau boleh saya
berkomentar, pikirkanlah baik-baik, mintalah petunjuk pada Allah SWT, mantapkan
hatimu, karena tidak ada yang lebih tahu daripadaNya atas apa yang terbaik
untuk kita semua. Okay, sekian posting-an selingan di blog ini. Salam semangat
kawan-kawanku :D



Comments
Post a Comment